Kisah Ruhikmat si Cerdas Istimewa
.oleh : M.Soleh
Apakah ini termasuk kedalam katagori lucu atau kurang lucu, saya sendiri tidak tahu persis. Tapi sebaiknya kita anggap lucu aja ye...
Mungkin kita masih ingat, waktu awal masuk ke Smansa, kita menjalani Masa Orientasi Siswa (MOS), karena waktu itu sekolah kita sedang membangun sebuah mesjid, maka selama MOS tersebut kita diwajibkan membawa batu bata setiap harinya. Saya dan juga anda semua adalah termasuk orang yang jujur (baca ; kurang cerdas), makanya kita setiap hari membawa batu bata dari rumah masing-masing. Diantara teman kita ternyata adalah juga yang memiliki dasar CI (=Cerdas Istimewa), kalau saat ini orang yang memiliki dasar CI ini akan bisa masuk Smansa tanpa testing, alias bisa masuk otomatis. Ruhikmat yang memiliki dasar CI ini, dia ternyata tidak membawa batu bata dari rumah setiap hari, alasannya berat bin repot. Hanya hari pertama saja dia membawa batu bata tersebut, itupun bukan beli, tapi 'minjam teu bebeja' dari toko matrial di jalan Otista. Hari kedua, otak cerdasnya mulai bekerja, ketika selesai MOS hari pertama dia 'minjam teu bebeja' batu bata dari tumpukan batu bata di Smansa (hasil ngumpulin kita-kita), lalu batu bata itu dia sembunyikan di bawah pohon pisang di pinggir jalan (soalnya kalau di tengah jalan sangat gak mungkin), besoknya pagi-pagi dia kukurusukan kurah-koreh di bawah pohon pisang mengambil batu bata itu dan berjalan ngagandeuang masuk area Smansa dengan membawa batu bata 'pinjaman'. Begitulah Ruhikmat setiap harinya. Ruhikmat memang CI (Cerdas Istimewa). Kecerdasan yang akhirnya mengantarkannya menjadi POLISI.....................


